Hujan Deras Landa Sumatra, Sejumlah Provinsi Dilanda Banjir Bandang, Harga Barang Melambung

Kondisi terkini banjir bandang di provinsi Sumatra Barat. Foto: Ist

Banda Aceh – Sejumlah wilayah di Pulau Sumatra dilanda hujan deras berkepanjangan sejak beberapa hari terakhir. Intensitas hujan yang tinggi memicu banjir bandang di beberapa provinsi, termasuk Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Riau. Kondisi ini memperburuk akses transportasi dan berdampak langsung pada kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di berbagai daerah.

Ketinggian air di kawasan Bireuen kota hampir mencapai sepinggang orang dewasa dan kondisi hujan masih terus turun. Foto: Ist

Di Aceh, sejumlah kabupaten seperti Aceh Besar, Pidie, dan Aceh Utara mengalami luapan sungai yang menyebabkan ratusan rumah terendam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan warga mulai mengungsi ke pos-pos darurat yang telah dibuka pemerintah daerah dan relawan.

Sementara itu, di Sumatra Barat, banjir bandang terjadi di beberapa titik akibat meluapnya Sungai Batang Anai dan Batang Lembang. Sejumlah ruas jalan nasional sempat lumpuh akibat material lumpur dan kayu yang terbawa arus. Pemerintah daerah masih melakukan pembersihan dan pendataan korban serta kerusakan fasilitas umum.

Salah satu jembatan tubuh akibat dihantam bajir bandang di Sumatra Barat. Foto: Ist

Kondisi serupa juga terjadi di Sumatra Utara dan Riau, di mana beberapa wilayah dataran rendah kembali menjadi langganan banjir setelah diguyur hujan berturut-turut. Ribuan warga terdampak dan aktivitas ekonomi masyarakat terganggu.

“Curah hujan ekstrem diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta tetap waspada terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor,” ujar salah satu pejabat BMKG regional Sumatra.

Akibat terganggunya distribusi barang dan logistik, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional mulai merangkak naik. Komoditas seperti beras, cabai, bawang, serta bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga mengalami kenaikan signifikan. Para pedagang mengaku kesulitan memperoleh pasokan karena banyak jalur distribusi terputus.

Kondisi di pusat kota Medan Sumatra Utara pasca dilanda bandir akibat hujan deras yang mengguyur Pulau Sumatra dalam beberapa hari terakhir ini. Foto: Ist

Pemerintah provinsi dan kabupaten terdampak telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengutamakan keselamatan. Bantuan logistik dan evakuasi juga terus disalurkan sambil menunggu kondisi cuaca kembali stabil.

Banjir luas yang terjadi di berbagai wilayah Sumatra ini menjadi peringatan bahwa perubahan cuaca ekstrem masih menjadi ancaman nyata bagi masyarakat. Pemerintah pusat diminta melakukan langkah cepat dan terkoordinasi untuk penanganan bencana dan stabilisasi harga kebutuhan pokok, terutama bagi warga yang paling terdampak.

Kondisi hamparan banjir di Aceh Utara hingga Kamis siang intensitas hujan masih terus terjadi dan ketinggian air terus naik. Foto: Ist

Harga Bahan Pokok Mulai Naik, Cabai Merah tembus Rp 125 ribu per kilo

Di kota Jantho, harga cabai merah dilaporkan mencapai Rp 125.000 per kilo gram pada Kamis 27 November 2025.

“Harga cabai seratus dia puluh lima ribu perliko,” ujar salah seorang Ibu rumah tangga, usai bertanya di Pasar Kota Jantho, Aceh Besar, Kamis pagi tadi.

Foto ilustrasi: net

Padahal, dua hari sebelumnya harga bahan pokok di pasaran masih dalam katagori stabil termasuk cabai merah dengan harga Rp 60.000 – Rp 70.000  per kilogram.

Masyarakat meminta agar pemerintah dapat segera turun tangan dan mengendalikan banjir dan harga barang yang melonjak tinggi.

“Harapan kami pemerintah dapat segera menanggulangi persoalan ini, sehingga tidak berefek buruk pada minat beli masyarakat, ” harap Ibu setengah baya itu.

Info BMKG Potensi Cuaca Ekstrim masih berlanjut

Dikutip dari sumber BMKG, kondisi cuaca ekstrim ini belum ada tanda berakhir dalam waktu dekat ini, bahkan sejumlah hal yang diprediksi BMKG semakin besar potensi.

Peta analisis curah hujan BMKG. Foto: net

” Siklon Tropis SENYAR Dekati Aceh: Fenomena Langka di Dekat Khatulistiwa dan Ancaman Nyata Bagi Sumatra” tulis salah satu situs sebagai judul informasi dari BMKG, edisi 26 November 2025.

Di sisi lain, sejumlah pihak mendesak agar Pemerintah pusat segera menetapkan agar Aceh dan Sumatra ditetapkan status Darurat Bencana Nasional.

“Situasi di lapangan menunjukkan bahwa bencana ini sudah melampaui kapasitas daerah. Penetapan status bencana nasional akan mempercepat mobilisasi bantuan dan koordinasi lintas lembaga,” desak ketua YLBH CaKRA, fakrurrazi, sebagaimana rilis yang diterima media ini, Kamis pagi 27 November 2025.

Pantauan media ini melalui berbagai sumber yang diterima bahwa kondisi hujan masih terus terjadi di Pulau Sumatra. Sejumlah Provinsi bagian barat pulau Sumatra bahkan sudah dan sedang dilanda banjir bandang yang hebat, seperti Provinsi Aceh, Sumatra Utara, Provinsi Padang.

Sejumlah korban harta benda sudah mulai dideritakan masyarakat, namun hingga berita ini dirilis belum diterima informasi korban jiwa.

Pos terkait