Kota Jantho – Ketua DPRK Aceh Besar, Abdul Mufti, melepas keberangkatan sembilan mobil pembawa bantuan kemanusiaan menuju sejumlah kabupaten/kota yang terdampak banjir bandang di wilayah timur Aceh,Sabtu (6/11/2025) di Lambaro Aceh Besar. Total 15 ton bantuan diberangkatkan dalam gelombang pengiriman kali ini.
Abdul Mufti menjelaskan, pengiriman bantuan tersebut ditargetkan dapat membantu masyarakat terdampak selama minimal satu minggu, termasuk dukungan kesehatan dengan ikut sertanya satu unit ambulans.
“Kita berharap bantuan ini benar-benar bermanfaat untuk meringankan beban saudara kita yang sedang ditimpa musibah. Minimal satu minggu tim bisa membantu masyarakat di sana, termasuk layanan kesehatan,” ujar Mufti.
Menurutnya, dukungan bantuan ini merupakan gabungan dari berbagai pihak mulai dari anggota DPRK Aceh Besar, masyarakat, komunitas diaspora, hingga warga Aceh di luar negeri.
“Dari DPRK, seluruh anggota ikut membantu. Ini representasi masyarakat Aceh Besar. Masyarakat juga ikut berpartisipasi, termasuk forum-forum kecil di Aceh Tenggara. Bahkan ada bantuan dari Jerman, Jepang, dan Australia,” kata Mufti.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi.
“Kita berterima kasih kepada teman-teman DPRK, pimpinan, dan seluruh masyarakat Aceh Besar yang telah membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir bandang,” tambahnya.
Mufti menjelaskan, bantuan yang dikirim cukup beragam, menyesuaikan kebutuhan mendesak masyarakat di daerah terisolir.
Jenis bantuan yang dikirim meliputi: Logistik kebutuhan pokok, Perlengkapan sanitasi, Peralatan kesehatan, Peralatan jaringan internet, mengingat komunikasi di daerah terdampak masih sangat terbatas.
Tim khusus yang terdiri dari 20 relawan, dibagi dalam empat kelompok:
Tim sanitasi,Tim kesehatan, Tim internet, Tim rumah, kebersihan, dan dapur umum, Tim ini diberangkatkan dalam misi kemanusiaan gelombang ketiga.
Pada pengiriman kali ini, konvoi bantuan difokuskan ke wilayah lintas timur Aceh, yakni: Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Langsa, Aceh Tamiang.
“Untuk lintas tengah, insyaAllah akan masuk dalam pengiriman berikutnya,” ungkap Mufti.
Abdul Mufti menegaskan bahwa posko bantuan DPRK Aceh Besar masih dibuka, dan masyarakat yang ingin berdonasi masih dapat menyalurkan bantuan untuk gelombang pengiriman berikutnya.
“Posko masih terbuka, dan setiap bantuan yang masuk akan kita antarkan kembali untuk masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Mufti berharap bantuan yang dikirim dapat mengurangi kesulitan masyarakat serta memperbaiki situasi di daerah terdampak.
“Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban mereka, sehingga kabar-kabar sedih yang kita dengar selama ini dapat berkurang. Kita ingin masyarakat bisa segera bangkit dari musibah ini,” tutup Ketua DPRK Aceh Besar.





