Cuan Jualan Mie Instan di Gunung! Pria Ini Raup Rp 4 Juta Sehari

pedagang mie instan di salah satu lokasi di pergunungan india sedang menyuguhkan sepiring mie pesanan wanita tersebut. foto: ist

Luar Negeri – Siapa sangka, semangkuk mie instan hangat di tengah udara pegunungan yang dingin bisa jadi ladang cuan? Seorang pria India sukses meraup hingga ₹21.000 (sekitar Rp 4 jutaan) dalam sehari hanya dengan berjualan mie instan.

Dilansir dari Times of India (24/2), konten kreator bernama Badal Thakur membuka lapak kecil untuk menjual mie instan bermerek Maggi di kawasan perbukitan yang ramai wisatawan.

“Saya di sini untuk melihat berapa banyak uang yang bisa kita hasilkan dengan menjual (mie instan) Maggi di gunung selama sehari,” kata Badal di awal video.

Dengan peralatan sederhana dan lokasi strategis, ia berhasil menarik banyak pembeli yang ingin menikmati makanan hangat. Terlihat Badal Thakur ikut dalam proses masak mie hingga mengantarkan pesanan ke pelanggan.

Satu porsi Maggi polos dijual sekitar ₹70 (sekitar Rp13 ribuan), sedangkan varian dengan tambahan seperti keju dibanderol sekitar ₹100 (sekitar Rp19 ribuan). Meski begitu, banyak wisatawan tetap membelinya ingin menikmati makanan hangan pada cuaca dingin.

Mie Goreng Rp 6 RibuTopping Nori dan Telur Ini Picu Perdebatan
Dalam sehari, Badal Thakur mengestimasikan sudah menjual 300-350 mangkuk mie instan. Ia pun berhasil meraup ₹21.000 atau sekitar Rp4 juta.

Kisah ini pun viral di media sosial. Banyak netizen yang terkejut melihat potensi penghasilan dari usaha sederhana seperti itu. Bahkan ada yang bercanda menyebut usaha tersebut sebagai rencana pensiun, karena jika dihitung kasar, pendapatannya terlihat menjanjikan.

Sejumlah warganet juga mengingatkan bahwa angka ₹21.000 (atau sekitar Rp4 juta) adalah pendapatan kotor. Biaya bahan baku, gas, transportasi, hingga perlengkapan tentu perlu diperhitungkan untuk mengetahui keuntungan bersihnya. Selain itu, kondisi fisik juga sangat perlu diperhatikan.

Penjual wajib berdiri sepanjang hari di udara dingin, memasak tanpa henti, serta tantangan logistik di daerah pegunungan. Meskipun demikian, sebagian besar tetap terkesan dengan bagaimana makanan sederhana seperti mie instan dapat laris di lokasi tertentu. (Detik.com)

Pos terkait