Sulsel – Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut membuat warga harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.
Melihat kondisi itu, pengurus Masjid Darul Huda Empagae membuka gerbang masjid selama 24 jam bagi warga yang sedang mengantre. Masjid yang berada tepat di samping SPBU 74.909.93 Empagae, Kecamatan Tanasitolo, itu menyediakan tempat bagi warga untuk beristirahat sekaligus menggunakan toilet.
“Betul, gerbang masjid kami buka 24 jam,” kata Ketua Pengurus Masjid Darul Huda Empagae, Haji Agussalim, dikutip dari Tribun Timur, Senin (14/9/2026).
Bisa Istirahat di Teras Masjid Agussalim mengatakan, kebijakan membuka gerbang masjid selama 24 jam diambil untuk memudahkan masyarakat yang harus menunggu lama dalam antrean BBM.
Warga yang kelelahan diperbolehkan beristirahat di teras masjid selama menunggu giliran mengisi BBM. Selain itu, pengurus masjid membuka fasilitas toilet selama 24 jam. Dengan demikian, warga yang mengantre tidak perlu kesulitan mencari tempat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
“Warga bisa istirahat di teras masjid jika lelah mengantre. Toilet juga kami sediakan dan buka 24 jam, jadi tidak susah lagi cari jika mau buang air besar atau kecil,” ujarnya.
Warga Bisa Minum Teh dan Kopi Tak hanya menyediakan tempat istirahat dan toilet, Masjid Darul Huda juga telah menyediakan air minum bagi warga. Pengurus masjid turut menyediakan teh dan kopi yang dapat dibuat sendiri oleh warga yang sedang menunggu antrean.
“Alhamdulillah memang kami di sini sudah lama sediakan air minum, ada juga teh dan kopi. Warga tinggal bikin sendiri, gelas dan sendok sudah siap semua,” imbuh Haji Agus.
Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan warga dengan baik selama menunggu antrean BBM. Agussalim juga mengingatkan warga agar tetap menjaga kebersihan masjid selama menggunakan fasilitas yang tersedia.
“Gunakan sebaik-baiknya dan tetap jaga kebersihan Baitullah (rumah Allah SWT),” tegasnya.
Antrean BBM Capai 800 Meter
Antrean panjang sebelumnya terlihat di SPBU 74.909.93 Empagae pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 17.05 Wita. Saat itu, antrean kendaraan roda empat memanjang dari pertigaan Jalan Rusa-Jalan Malingkaan-Jalan Budi Utomo hingga ke depan SPBU.
Panjang antrean mencapai sekitar 800 meter dan berdampak pada arus lalu lintas di Jalan Poros Sengkang-Parepare.
Sejumlah pengemudi terlihat mengurangi kecepatan ketika melintasi kawasan antrean.
Jalan tersebut merupakan jalur penghubung Kabupaten Wajo menuju Kota Parepare. Pada titik antrean, jalan tidak memiliki median pemisah sehingga kendaraan dari dua arah hanya dipisahkan oleh marka jalan.
Di tengah antrean yang masih menjadi persoalan warga, keberadaan Masjid Darul Huda menjadi tempat singgah bagi pengemudi yang membutuhkan waktu untuk beristirahat sambil menunggu mendapatkan BBM.
Pemkab Wajo Siapkan Satgas Pengawasan BBM Di tengah persoalan antrean BBM, Pemkab Wajo juga menindaklanjuti edaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkait pembentukan Satuan Tugas (Satgas) pengawasan BBM.
Sekretaris Daerah Wajo Armayani membenarkan pihaknya telah menerima edaran tersebut.
“Iya, sudah ada,” kata Armayani, Selasa (8/9/2026).
Armayani mengatakan, Pemkab Wajo masih memproses tindak lanjut pembentukan Satgas tersebut.
“Sementara proses untuk ditindaklanjuti. Nanti kami informasikan jika sudah dibentuk Satgasnya,” ujarnya.
Satgas tersebut nantinya melibatkan sejumlah unsur, di antaranya TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Hiswana Migas, dan Pertamina. Baca juga: Makassar Gelar PJJ karena BBM Langka.
Mendagri Ingatkan Lebih Baik Tatap Muka Pengawasan mencakup penyaluran hingga transaksi BBM di SPBU, termasuk mengantisipasi pembelian yang tidak sesuai peruntukan. (makassar.kompas.com)







