Meriam Aceh 6,3 Ton Dipindahkan di Museum Bronbeek Belanda

Sejumlah personil tentara Belanda sedang memindahkan Meriam Aceh dari tempat sebelumnya ke lokasi baru untuk mengamankan barang sekarang itu karena lokasi sebelumnya akan di renovasi. Foto: ist

Luar Negri — Sebuah meriam perunggu raksasa asal Aceh seberat 6.300 kilogram baru-baru ini dipindahkan di Museum Bronbeek, Arnhem, Belanda. Dikenal sebagai “Peperstuk” atau Pepper Piece, meriam berkaliber 19 cm dan panjang lebih dari 4 meter itu dibuat pada abad ke-17.

Menurut sejarah yang dicatat Museum Bronbeek, meriam tersebut merupakan hadiah dari Sultan Turki kepada Sultan Aceh pada 1631.

Meriam ini kemudian dibawa ke Belanda setelah Perang Aceh (1873–1913) dan menjadi bagian koleksi Museum Bronbeek sejak 1998.

Pemindahannya bukan pekerjaan biasa. Tujuh insinyur militer dari 11 Airmobile Engineer Company harus menyiapkan konstruksi khusus untuk mengangkat dan memindahkan meriam yang sangat berat dan rapuh tersebut.

Nama Peperstuk berkaitan dengan posisi Aceh sebagai salah satu pemasok lada penting pada masa itu.

Museum Bronbeek kini sedang melakukan renovasi dan penataan ulang pameran.

Meriam Aceh tersebut untuk sementara ditempatkan di aula sebelum dipindahkan ke lokasi pameran barunya. (NN)

Pos terkait