Kota Jantho – Setelah 40 tahun berturut turut peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Aceh Besar berpedoman pada hari peresmian Ibu Kota Kabupaten Aceh Besar di Kota Jantho, akhirnya tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Aceh Besar kembali pada pedoman terbentuknya Kabupaten Aceh Besar melalui Undang undang darurat nomor 7 tahun 1956.
Sejak tahun ini Hari Perayaan Jadinya Kabupaten ini dipedomani pada Undang undang nomor 7 tahun 1956. Beda dengan Hari Perayaan yang digelar sebelumnya yang berpedoman pada Peresmian Janthoi sebagai Ibu Kota Kabupaten Aceh Besar yang ditetapkan setiap tanggal 3 Mei.
Terkait dengan perubahan tanggal dan bulan perayaan HUT du Kabupaten Aceh Besar ini hingga berita ini diturunkan belum mendapat konfirmasi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.
Namun, mengikuti web site Pemerintah Kabupaten Aceh Besar yang merilis sejarah terbentuknya Kabupaten Aceh Besar, jelas berdasarkan undang-undang nomor 7 tahun 1956.
Sekilas Sejarah Kabupaten Aceh Besar.
“Sebelum dikeluarkan Undang-undang Darurat Nomor 7 Tahun 1956, Kabupaten Daerah Tingkat II Aceh Besar merupakan daerah yang terdiri dari tiga kewedanaan yaitu :
1. Kewedanaan Seulimum
2. Kewedanaan Lhoknga
3. Kewedanaan Sabang
Akhirnya dengan perjuangan yang panjang Kabupaten Aceh besar disahkan menjadi daerah otonom melalui Undang-undag Nomor 7 Tahun 1956 dengan ibukotanya pada waktu itu adalah Banda Aceh dan juga merupakan wilayah hukum Kotamadya Banda Aceh.
Sehubungan dengan tuntutan dan perkembangan daerah yang semakin maju dan berwawasan luas, Banda Aceh sebagai pusat ibukota dianggap kurang efisien lagi, baik untuk masa kini maupun untuk masa yang akan datang. Usaha pemindahan Ibukota tersebut dari Wilayah Banda Aceh mulai dirintis sejak tahun 1969, dimana lokasi awalnya dipilih Kecamatan Indrapuri yang jaraknya 25 km dari Banda Aceh Usaha pemindahan tersebut belum berhasil dan belum dapat dilaksanakan sebagaimana diharapkan.
Kemudian pada tahun 1976 usaha perintisan pemindahan ibukota untuk kedua kalinya mulai dilaksanakan lagi dengan memilih lokasi yang lain yaitu di Kecamatan Seulimum tepatnya kemukinan Janthoi yang jaraknya sekitar 52 km dari Banda Aceh.
Akhirnya usaha yang terakhir ini berhasil dengan ditandai keluarnya Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 1976 tentang pemindahan Ibukota Kabupaten Daerah Tingkat II Aceh Besar dari wilayah Kotamadya Banda Aceh.
Daerah Tingkat II Banda Aceh ke kemukinan Janthoi di Kecamatan Seulimum Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Aceh Besar dengan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh team departemen Dalam Negeri danpemerintah Daerah yang bekerjasama dengan Konsultan PT. Markam Jaya yang ditinjau dari segala aspek dapat disimpulkan bahwa yang dianggap memenuhi syarat sebagai ibukota Kabupaten Daerah Tingkat II Aceh besar adalah Kemukinan Janthoi dengan nama “KOTA JANTHOI”., “.
Setelah ditetapkan Kota Jantho sebagai ibukota Kabupaten Daerah Tingkat II Aceh Besar yang baru, maka secara bertahap pemindahan ibukota terus dimulai, dan akhirnya secara serentak seluruh aktifitas perkantoran resmi dipindahkan dari Banda Aceh ke Ibukota Jantho pada tanggal 29 Agustus 1983, dan peresmiannya dilakukan oleh Bapak Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia pada masa itu, yaitu Bapak Soepardjo Rustam pada tanggal 3 Mei 1984.
Peringatan Hari Ulang Tahun berpedoman pada undang-undang nomor 7 tahun 1956 ini baru tahun 2025 ini digelar. Sejumlah kegiatan turut memeriahkan HUT Kabupaten Aceh Besar tahun ini, seperti Pameran Pembangunan dan Expo UMKM, khanduri maulid akbar, pergelaran seni dan budaya serta upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Aceh Besar ke 69.
Pameran Pembangunan dan Expo UMKM ini diagendakan akan berlangsung selama sepekan siang dan malam, yang akan diisi oleh berbagai kegiatan UMKM, Pergelaran Seni dan Budaya serta Khanduri Maulid.
Amatan media ini di lapangan, sejumlah kegiatan mulai bergerak seusai pembukaan secara resmi digelar usai salat zuhur, Senin siang.
Aktivitas pengunjung pun tampak terus memadati lokasi pameran. Dipastikan aktivitas pengunjung akan meningkat tajam sejak malam nanti.





