Belasan Alat Elektronik Serap Listrik Walau Dalam Keadaan Off

Jakarta – Banyak orang mengira mematikan televisi, mematikan komputer, atau melepas charger ponsel sudah cukup untuk menghentikan konsumsi listrik. Padahal, berbagai perangkat elektronik rumah tangga ternyata tetap menyerap energi meski dalam posisi mati atau mode siaga (standby).

Fenomena ini dikenal sebagai daya siaga atau “vampire power” (vampir energi), yaitu energi listrik yang terus dikonsumsi oleh alat elektronik saat tidak menjalankan fungsi utamanya. Menurut estimasi dari Lawrence Berkeley National Laboratory, daya siaga secara kumulatif menyumbang sekitar 5 hingga 10 persen dari total penggunaan listrik rumah tangga pada rumah-rumah di Amerika Serikat.

Meskipun perangkat modern kini jauh lebih efisien dibandingkan 20 tahun lalu, meningkatnya jumlah peralatan elektronik di dalam rumah tetap membuat konsumsi daya siaga ini patut diwaspadai. Lantas, alat apa saja itu? Meski ”Byarpet”, Nigeria Tetap Berambisi Kembangkan Kendaraan Listrik, berikut 12 perangkat elektronik rumah tangga yang sering menjadi sumber pemborosan listrik tersembunyi: 1. Dekoder TV kabel dan penerima satelit Dekoder TV dan pemutar DVR tetap membutuhkan arus listrik untuk memperbarui panduan acara, menjaga koneksi jaringan, mengunduh pembaruan perangkat lunak, serta menjalankan perekaman terjadwal. Oleh karena itu, sekadar menekan tombol power tidak otomatis menghentikan konsumsi listriknya.

  1. Televisi modern Kriteria ENERGY STAR saat ini membatasi televisi bersertifikasi agar hanya mengonsumsi 0,5 watt atau kurang pada mode siaga pasif, dan maksimal 1 watt pada mode siaga aktif untuk model berfitur jaringan. Namun, fitur-fitur seperti Quick Start, Instant On, kontrol suara, dan koneksi internet dapat meningkatkan penyerapan daya saat layar mati.
  2. Konsol gim dan perangkat hiburan Pusat hiburan rumah yang terdiri dari konsol gim, streaming device, soundbar, penerima AV, hingga pemutar Blu-ray sering kali tetap terhubung ke internet untuk mengunduh pembaruan otomatis atau merespons remote kontrol secara cepat.
  3. Komputer desktop dan monitor Peralatan kantor rumah sering kali dibiarkan menyala atau dalam posisi idel semalaman. Department of Energy AS menegaskan bahwa fitur screen saver sama sekali tidak menghemat energi dan menyarankan penggunaan fitur manajemen daya serta mematikan layar monitor saat tidak digunakan.
  4. Printer dan aksesori kantor Printer, pemindai (scanner), speaker eksternal, dan docking station kerap terhubung ke stopkontak selama 24 jam nonstop, padahal hanya digunakan sesekali.
  5. Charger dan adaptor daya Sebagian besar adaptor modern mengonsumsi daya siaga kurang dari 0,5 watt. Meski satu pengisi daya ponsel tidak akan membuat tagihan melonjak drastis, keberadaan puluhan adaptor, seperti adaptor laptop, tablet, pembersih debu nirkabel, hingga kamera, secara kolektif dapat menyedot energi dalam jumlah signifikan.
  6. Speaker pintar dan perangkat smart home Perangkat seperti smart speaker, layar pintar, hub, dan Wi-Fi extender membutuhkan aliran listrik terus-menerus agar siap merespons perintah suara atau menjaga konektivitas jaringan secara real-time.
  7. Peralatan dapur kecil berlayar digital Peralatan dapur yang dilengkapi layar digital, jam, papan ketik sentuh, atau koneksi Wi-Fi akan terus menyerap listrik dibandingkan peralatan manual bersakelar mekanis.

 

  1. Mesin pembuat kopi terprogram Mesin pembuat kopi modern yang memiliki fitur jam digital dan penjadwalan otomatis (scheduled brewing) membutuhkan daya siaga berkelanjutan untuk menjaga pengaturan waktu tetap aktif.
  2. Lampu dekoratif Pemborosan pada lampu hias atau lampu dekoratif terjadi ketika lampu tetap menyala saat tidak ada orang yang menikmatinya. Penggunaan sakelar pengatur waktu (timer) atau smart plug sangat disarankan untuk mengatur jadwal nyala secara otomatis.
  3. Pengisi baterai alat pertukangan Pengisi daya (charger) untuk baterai alat pertukangan, peralatan berkebun, dan lampu isi ulang yang terus mencolok di dinding garasi sering kali tetap menyerap listrik meskipun baterai sudah terisi penuh.
  4. Perangkat elektronik lama yang jarang dipakai Televisi tua di kamar tamu, penerima stereo di ruang bawah tanah, atau pemutar DVD lama merupakan target utama vampir energi karena perangkat generasi lama belum menerapkan standar efisiensi daya siaga modern.Estimasi rincian biaya konsumsi daya siaga

Besarnya biaya listrik akibat daya siaga bervariasi tergantung pada model, usia, dan pengaturan perangkat.

Berdasarkan perhitungan ilmiah, penggunaan daya siaga secara terus-menerus selama setahun (8.760 jam) menghasilkan perkiraan konsumsi energi sebagai berikut:

Daya siaga 0,5 watt: Menyerap sekitar 4,4 kWh per tahun.

Daya siaga 1 watt: Menyerap sekitar 8,8 kWh per tahun.

Daya siaga 2 watt: Menyerap sekitar 17,5 kWh per tahun.

Daya siaga 5 watt: Menyerap sekitar 43,8 kWh per tahun.

Daya siaga 10 watt: Menyerap sekitar 87,6 kWh per tahun.

Daya siaga 15 watt: Menyerap sekitar 131,4 kWh per tahun.

Untuk memutus aliran listrik tanpa harus mencabut kabel satu per satu setiap hari, penggunaan smart power strip menjadi solusi otomatis yang direkomendasikan. Meski demikian, tidak semua perangkat harus dicabut dari sakelar.

Peralatan vital seperti lemari es, freezer, peralatan medis, detektor asap atau karbon monoksida, serta perangkat keamanan rumah harus tetap terhubung ke aliran listrik selama 24 jam penuh demi keselamatan dan fungsi utama rumah tangga. (Kompas.com)

________________________________________________ _______________________________________________

Pos terkait