Kota Jantho – Sebanyak 30 orang Relawan yang tergabung dalam Tim ISBI Aceh Peduli dilepaskan oleh Rektor ISBI Aceh, Prof. Dr. Wildan, M.Pd, di Halaman Gedung utama Kampus ISBI Aceh di Kota Jantho, Aceh Besar, Rabu (10/12/2025).
Pada kesempatan itu Wildan berpesan, agar para relawan dapat membantu para korban bencana dengan baik, sepenuh hati dan bertanggungjawab, sehingga tenaga yang di curahkan untuk membantu korban, benar-benar bermanfaat dan tentunya mengharap imbalan fahala dari Allah SWT.
“Bersemangat, tanggungjawab dan Ikhlas dalam membantu, semoga para mahasiswa ISBI yang sangat saya cintai ini mendapat pertolongan dan lindungan Allah dalam bakti sosial ini hingga kembali dengan segar bugar ke Kampus ISBI ini nantinya, ” kata Prof Wildan.
Sementara Presiden Mahasiswa (PresMa) ISBI Aceh, Armansyah, kepada media ini menyebutkan, tim relawan terdiri dari Mahasiswa ISBI Aceh dari berbagai Prodi dan Ormawa di ISBI Aceh ini sebanyak 30 Orang akan dipecahkan menjadi tiga tim, untuk melakukan penyaluran bantuan dan baksos membantu Korban bencana alam Aceh di tiga Kabupaten yang terdampak, yaitu Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Aceh Tamiang.
Lebih lanjut katanya, Tim relawan ini juga membawa serta sedikitnya 20 ton bantuan berupa sembako, pakaian, air mineral, popok bayi dan sejumlah barang lainnya yang akan disumbangkan di sejumlah Kabupaten yang menjadi titik tujuan kunjungan tim Relawan ISBI Aceh itu.
“Tim, kita bagi tiga dan akan membantu serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Aceh Tamiang,” sebut Armansyah.
Sebagai informasi, sejumlah bantuan yang akan disalurkan kepada masyarakat di tiga Kabupaten terdampak bencana banjir bandang itu, merupakan hasil galangan yang dilaksanakan oleh Mahasiswa dan Mahasiswi ISBI Aceh sejak akhir November lalu dengan pusat Posko penggalangan bantuan dibuka di Pusat Ibu Kota Kabupaten Aceh Besar di Kota Jantho.
Mahasiswa ISBI Aceh, juga berencana setelah kembali tim pertama, akan membuka gelombang kedua untuk memberikan bantuan moril dan materil kepada korban bencana banjir bandang Aceh Sumatra ini.
Update informasi korban bencana alam, banjir bandang tahun 2025 ini, berdasarkan data BPBA jumlah korban meninggal dunia mencapai 400 orang lebih dan yang dinyatakan hilang tercatat capai ratusan orang serta kerusakan rumah dan infrastruktur mencapai ratusan ribu unit serta mengakibatkan terputusnya jalur transportasi darat Banda Aceh – Medan dan jaringan listrik untuk wilayah bagian pusat ibukota Provinsi Aceh.
Sedikitnya tercatat 18 Kabupaten/kota yang menjadi titik hancurnya akibat bencana banjir bandang kali ini, dan 4 Kabupaten merupakan daerah terparah tingkat kerusakan dan korban jiwa manusia, yaitu Kabupaten Bireuen, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Tamiang.
Akses jalur transportasi darat dan aliran listrik negara untuk daerah Kabupaten Pidie Jaya, Pidie, Aceh Besar dan Banda Aceh hingga kini masih belum normal.





