Kakankemenag Aceh Besar Silaturrahmi ke PWI, Saifuddin: Harapan Kami Dapat Kita Bangun Aceh Besar Secara Besama-sama

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, Saifuddin, SE (tengah Kanan) menyerahkan Cederamata kepada ketua PWI Aceh Besar, Jufrizal disaksikan oleh pengurus dan Staf Kakemenag Aceh Besar di Kantor PWI Aceh Besar di Kota Jantho, Jumat (16/05/2025). Foto: Dok PWI Aceh Besar

Kota Jantho – Kepala Kantor Kementerian agama (Kakankemenag) Kabupaten Aceh Besar, Saifuddin,SE didampingi oleh Satafnya bersilaturrahmi ke Kantor Persatuan Wartawan Indoensia (PWI) Aceh Besar di Kota Jantho, Jumat (16/05/2025).

Kedatangan Rombongan Kakakankemenag Aceh Besar itu disambut langsung oleh Ketua PWI Aceh Besar, Jufrizal didampingi oleh pengurus PWI setempat yaitu Sekretarisnya, Masrizal, Bendahara, Dahlan, ZA dan Cut Adun.

Pertemuan yang dilakukan usai salat Jumat tersebut berlangsung hangat dan akrab.

Pada kesempatan tersebut Saifuddin mengajak PWI Aceh Besar untuk dapat besinergi dalam upaya membangun dan memajukan pendidikan madrasah yang ada di Aceh Besar ke arah yang lebih maju dan bermutu.

“Kami sangat berharap kepada para insan pres dalam yang ada di Aceh Besar untuk dapat bersama-sama membangun dunia pendidikan madrasah ke arah yang lebih baik dan bermutu,” kata Saifuddin.

Pengurus PWI Aceh Besar dan Rombongan Kakankemenag Aceh Besar berdialog hangat pada kesempatan kunjungan Kepala Kantor Kementerian agama Kabupaten Aceh Besar ke Kantor PWI setempat. Jumat sore tadi. Foto: dok PWI Aceh Besar

Menurut saifuddin, perkembangan dunia pendidikan madrasah di Aceh Besar terus berkembang dan sejumlah prestasi turut ditoreh oleh para siswa dan pendidik di tingkat Daerah, Nasional bahkan Internasinal.

Namun, sejumlah keberhasilan itu terkadang luput dari publik dikarenakan minimnya publikasi yang dilakukan. Sementara untuk mendukung aktivitas publikasi, Kantor Kementerian agama di tingkat Kabupaten/Kota tidak dilengkapi dengan bagian di bidang publikasi atau lebih dikenal kehumasan.

“Kita tidak memiliki bagian kehumasan di Kantor tingkat Kabupaten/kota, tapi hal itu tersedia di tingkat madrasah masing-masing,” ujarnya,

“Maka kami sangat mengharapkan dukungan dari PWI Aceh Besar untuk dapat mendorong penyaluran informasi kepada publik berkaitan dengan aktivitas positif dari ruang lingkup kemenag,” tambahnya lagi.

Sementara, Ketua PWI Aceh Besar, Jufrizal menyambut positif kunjungan silaturrahmi Kakakankemenag Aceh Besar bersama rombongan dan terkait dengan dukungan yang diharapkan, ia mengakui siap bermitra dan berkolaborasi dalam upaya penyebarluaskan informasi dimaksud dan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi tenaga yang disiapkan oleh Kemenag Aceh Besar.

“Selaku Insan pers yang merupakan pilar ke empat dalam pembangunan bangsa dan negara, kami siap mendukung program dan aktivitas posistif yang ada di lingkungan Kakemenag Aceh Besar,” ucap Jufrizal.

Dalam perbincangan antara Kakankemenag dan PWI Aceh Besar tersebut juga sempat menyinggung komitmen kerjasama kedua belah pihak dan ditutup dengan penyerahan Cenderamata oleh Kakakekemenag Aceh Besar  yang diserahkan langsung oleh Kakaknkemenag, Saifuddin kepada PWI Aceh Besar yang diterima oleh Ketua PWI, Jufrizal.

Wacana Hadirkan MTsN di Kota Jantho

Dalam silaturrahmi ke Kantor PWI Aceh Besar, Kakankemenag Saifuddin, menyinggung soal kebutuhan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) di Kecamatan Kota Jantho, yang hingga saat ini belum memiliki madrasah menengah itu, meski usia Kecamatan Kota Jantho atau Ibu Kota Aceh Besar di Kota Jantho telah mencapai 41 tahun.

“Saat ini kita masih terkendala dengan ketersediaan lokasi sebagai tempat pembangunan Madrasah Tsanawiyah, oleh sebab itu kita sangat mengharapkan dukungan Pemerintah daerah untuk dapat menyiapkan lokasi untuk pembangunan Madrasah tersebut, mengingat Madrasah Tsanawiyah sudah menjadi kebutuhan bagi siswa usai menyelesaikan pendidikannya di Madrasah Ibtidaiyah yang ada di sini,” jelas Saifuddin.

Sebagai informasi, pendidikan menengah yang bernaung di bawah Kantor Kementerian agama tersebut sebelumnya pernah ada di Kecamatan Kota Jantho dengan status swasta dan berlokasi di Komplek Pesantren Al Fauzul Kabir dengan status gedung dan fasilitas milik pememerintah daerah Kabupaten Aceh Besar.

Pada tahun 2016, Mandrasah Tsanawiyah itu pun dibekukan karena pengalihan status menjadi Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Kota Jantho dengan status tanah masih menjadi milik Pemerintah daerah Kabupaten Aceh Besar, sementara Madrasah Tsanawiyah yang sebelumnya telah dibekukan dan tidak beroperasi lagi hingga saat ini.

Sejak saat tu, bagi siswa alumni MIN yang ada di Kota Jantho, harus melanjutkan pendidikannya ke Kecamatan tetangga yakni Kecamatan Suelimum, sekitar 12 Kilometer dari kota Jantho.

Umumnya, para siswa tamatan MIN dari Kota Jantho melannjutkan pendidikannya ke sekolah menengah pertama yang ada di Kecamatan Kota Jantho dikarenakan di Kecamatan Kota Jantho tidak terdapat MTsN.

Pos terkait