Pemerintah Aceh Gelar Gala Dinner Sambut Peserta Muzakarah Ulama Tasawuf, Sufi ke II di Meuligoe Gubernur Aceh

Para peserta muzakar ulama tasawuf, Sufi dari 21 negara di kamu oleh pemerintah Aceh di Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis (8/10/2026). Foto: SW

BANDA ACEH — Pemerintah Aceh menjamu Abuya Syekh H. Amran Wali Al-Khalidi selaku Wali Agama Aceh, bersama para Ulama peserta Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi ke-II dalam jamuan makan malam kehormatan di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (8/10/2026) malam.

Jamuan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi Pemerintah Aceh terhadap kehadiran para ulama dan cendekiawan muslim dari 21 negara yang berkumpul di Aceh untuk memperkuat kajian tauhid tasawuf serta mendorong persatuan dan perdamaian umat.

Bacaan Lainnya

Kehadiran para ulama dari berbagai negara dalam forum internasional tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan keilmuan dan silaturahmi lintas negara, serta memperkuat peran Aceh dalam pengembangan kajian Islam, khususnya tauhid dan tasawuf.

Tgk. Agus Ramadhan menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada Aceh sebagai tuan rumah pertemuan ulama sufi berskala internasional ini. Ia menyambut kehadiran Abuya Syekh H. Amran Wali Al-Khalidi beserta para ulama, tuan guru, dan seluruh peserta muzakarah dari dalam maupun luar negeri.

“Atas nama panitia, Pemerintah Aceh, dan seluruh rakyat Aceh, kami mengucapkan ahlan wa sahlan kepada Abuya Syekh H. Amran Wali Al-Khalidi serta para ulama, tuan guru, dan seluruh peserta muzakarah dari dalam dan luar negeri. Aceh adalah tanah para aulia dan ulama. Kehadiran Abuya di Meuligoe ini merupakan keberkahan bagi kami,” ujar Tgk. Agus.

Ia berharap Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi ke-II tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menghasilkan pemikiran dan rekomendasi strategis untuk menjawab berbagai tantangan sosial serta dinamika kehidupan keagamaan umat Islam.

“Aceh siap menjadi pusat kajian tauhid tasawuf dunia. Kami berharap muzakarah ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi melahirkan gagasan-gagasan besar untuk menjawab tantangan sosial dan dinamika keagamaan umat hari ini,” tambahnya.

Pererat Silaturahmi Ulama Lintas Negara

Suasana jamuan makan malam berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para Abuya dan ulama dari Malaysia, Thailand, Turki, Mesir, Yaman, serta sejumlah negara lainnya tampak berbaur bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, pimpinan dayah, dan tokoh masyarakat.

Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi ant ulama lintas negara sekaligus membangun komunikasi dan kerja sama dalam pengembangan ilmu keislaman. Nilai-nilai tauhid tasawuf yang menjadi fokus muzakarah diharapkan dapat memperkuat pembinaan akhlak, persaudaraan, dan kehidupan umat yang damai.

Dalam kesempatan itu, Tgk. Agus juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh atas sambutan dan fasilitasi yang diberikan kepada para ulama peserta muzakarah.

Menurutnya, jamuan kehormatan di Meuligoe Gubernur Aceh mencerminkan penghormatan terhadap kedudukan ulama dalam kehidupan masyarakat Aceh. Hal tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga marwah Aceh sebagai Serambi Mekkah, daerah yang memiliki sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan dan tradisi keilmuan Islam. (SW/red)

Pos terkait