Jakarta – Gempa megathrust adalah jenis gempa bumi dengan kekuatan paling dahsyat di dunia. Sebagai negara yang dilewati oleh Cincin Api Pasifik. apakah gempa megathrust berpotensi terjadi kembali di Indonesia? Ketahui penjelasannya di sini!
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi merilis Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 yang memuat pembaruan signifikan terkait potensi gempa besar di Tanah Air. Dalam dokumen tersebut, BMKG menetapkan 14 zona megathrust yang diklasifikasikan sebagai zona merah.
Indonesia yang dikelilingi oleh beberapa zona megathrust yang menyimpan energi besar. Zona megathrust adalah pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia di bawah Pulau Jawa yang berpotensi menimbulkan aktivitas kegempaan relatif tinggi.
Pertemuan lempeng tersebut berada pada suatu zona patahan yang cukup panjang, yaitu zona subduksi yang menjadi sumber gempa megathrust.
Adapun gempa megathrust adalah gempa yang terjadi pada bidang patahan yang sangat besar di kedalaman kurang dari 50 kilometer (km).
Potensi gempa megathrust di Indonesia bukan ancaman baru. Zona yang menjadi sumber gempa ini sudah ada sejak jutaan tahun lalu, yakni saat terbentuknya rangkaian busur kepulauan Indonesia.
Dilansir dari akun Instagram BMKG, @infobmkg, Senin 10 November 2025, terdapat 13 titik zona gempa megathrust di Indonesia yang berada pada enam zona subduksi aktif.
Berikut daftar 14 zona megathrust versi BMKG 2024 beserta potensi magnitudo maksimalnya:
1. Zona Megathrust Aceh–Andaman dengan potensi gempa hingga magnitudo 9,2.
2. Zona Megathrust Nias–Simeulue dengan potensi gempa hingga magnitudo 8,7.
3. Zona Megathrust Batu dengan potensi gempa hingga magnitudo 7,8.
4. Zona Megathrust Mentawai–Siberut dengan potensi gempa hingga magnitudo 8,9.
5. Zona Megathrust Mentawai–Pagai dengan potensi gempa hingga magnitudo 8,9.
6. Zona Megathrust Enggano dengan potensi gempa hingga magnitudo 8,9.
7. Zona Megathrust Jawa dengan potensi gempa hingga magnitudo 9,1.
8. Zona Megathrust Jawa bagian barat dengan potensi gempa hingga magnitudo 8,9.
9. Zona Megathrust Jawa bagian timur dengan potensi gempa hingga magnitudo 8,9.
10. Zona Megathrust Sumba dengan potensi gempa hingga magnitudo 8,9.
11. Zona Megathrust Sulawesi Utara dengan potensi gempa hingga magnitudo 8,5.
12. Zona Megathrust Palung Cotabato dengan potensi gempa hingga magnitudo 8,3.
13. Zona Megathrust Filipina Selatan dengan potensi gempa hingga magnitudo 8,2.
14. Zona Megathrust Filipina Tengah dengan potensi gempa hingga magnitudo 8,1.
BMKG menilai keberadaan zona-zona ini berpotensi memicu gempa besar akibat pergerakan lempeng tektonik yang saling menekan. Zona megathrust dikenal sebagai sumber gempa paling destruktif karena mampu menghasilkan gempa dangkal berkekuatan tinggi.
Efek Gempa Megathrust
Karena melibatkan pergerakan lempeng tektonik yang besar dan luas, gempa megathrust dapat menghasilkan efek kerusakan yang besar pula.
Lantas apa saja efek yang ditimbulkan dari gempa megathrust? Berikut diantaranya:
1. Tanah Longsor
Salah satu efek berbahaya dari gempa megathrust adalah getaran kuat yang dapat memicu terjadinya longsor. Efek tanah longsor dapat dirasakan lebih besar terutama di daerah lereng atau pegunungan, di mana longsoran ini dapat menghancurkan beragam infrastruktur seperti rumah dan jalan.
2. Tsunami
Dalam berbagai kasus, tsunami sering terjadi akibat adanya gempa yang terjadi di zona subduksi di bawah laut. Pergerakan vertikal dari lempeng di bawah laut dapat memicu pergerakan sejumlah besar air, di mana pergerakan ini akan menciptakan gelombang besar yang mampu menyapu wilayah pesisir atau daratan.
3. Likuefaksi Tanah
Likuefaksi tanah adalah fenomena ketika tanah yang penuh air berubah menjadi seperti cairan lumpur akibat dipicu oleh getaran gempa. Dalam skala besar, likuefaksi tanah dapat menyebabkan bangunan di atasnya menjadi miring atau bahkan rusak total karena ambles.
4. Kerusakan Infrastruktur
Seperti yang telah disinggung, kerusakan infrastruktur adalah dampak yang paling umum terjadi saat adanya gempa megathrust.
Hal tersebut dikarenakan gempa megathrust bermagnitudo besar memiliki kemampuan untuk meluluhlantakkan gedung, jalan, jembatan, jaringan listrik dan air, maupun infrastruktur lainnya.
Langkah Mitigasi Gempa Megathrust
Gempa megathrust adalah bencana alam yang dapat terjadi kapan saja dan sudah pasti memiliki sifat yang merusak.
Oleh karena itu, penting untuk mempersiapkan langkah-langkah mitigasi guna meminimalisasi dampaknya. Berikut adalah langkah mitigasi yang perlu kamu ketahui:
1. Edukasi dan Kesadaran Publik
Edukasi dan kesadaran publik tentang tindakan-tindakan yang seharusnya dilakukan baik sebelum, selama, atau setelah gempa terjadi sangatlah krusial untuk mengurangi dampak dan resiko gempa.
Misalnya, dengan kamu mengetahui tanda-tanda dini gempa bumi yang akan terjadi, maka kamu dapat dengan lebih sigap melakukan evakuasi ke area lebih aman, biasanya di beberapa wilayah pihak setempat menempatkan tanda titik kumpul.
Gempa bumi biasanya ditandai juga dengan suara bergemuruh, ketinggian air sumur atau keruhnya air di dalam sumur, hingga kondisi air laut yang surut.
2. Penguatan Sistem Peringatan Dini
Kesiapsiagaan dalam merespon terjadinya bencana alam adalah salah satu faktor penting, terutama untuk mencegah munculnya korban jiwa.
Oleh karena itu, sistem peringatan dini yang baik perlu dibangun agar masyarakat mendapatkan informasi secara real-time dalam merespon terjadinya gempa bumi.
3. Menyiapkan Tas Siaga Bencana
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tas siaga bencana merupakan tas yang perlu disiapkan sebagai perlengkapan darurat saat bencana terjadi.
Biasanya tas siaga bencana ini menggunakan tas yang tahan air dan diletakkan di dekat jalur evakuasi, misalnya di dekat pintu keluar rumah. Adapun isi dari tas siaga bencana adalah:
Dokumen penting, yang meliputi surat tanah, surat kendaraan, akta kelahiran, ijazah, dan lain sebagainya.
Uang. Simpan uang secukupnya di dalam tas siaga sebagai pertahanan hidup setidaknya untuk 3 hari.
Obat-obatan pribadi. Jangan lupa untuk menyiapkan obat-obatan pribadi dan generik, P3K, hingga masker.
Pakaian dan selimut. Pastikan untuk membawa pakaian secukupnya untuk menjaga badan tetap terasa nyaman dan selimut untuk memastikan badan tetap hangat saat malam hari tiba.
Membawa makanan dan minuman yang ringan. Namun, selalu periksa masa kadaluarsa makanan dan minuman tersebut.
4. Pelatihan Evakuasi
Dengan adanya pelatihan evakuasi, masyarakat dapat terbantu dan memahami rute evakuasi dan juga prosedur yang harus diikuti jika sewaktu-waktu gempa terjadi.





