Banda Aceh – Sejumlah Kepala Keluarga (KK) mengeluhkan dengan statusnya tertera di golongan masyarakat sejahtera, padahal kondisi ekonominya masih morat -marit. Pasalnya lagi sejumlah anak mereka terancam tidak mendapatkan dukungan biaya siswa mulai dari sekolah hingga ke Universitas.
Zulfikar salah satu kepala keluarga di Kecamatan Kota Jantho, mengatakan bahwa anaknya tidak mendapatkan tunjangan biaya pendidikan di salah satu universitas di Aceh dikarenakan keluarganya masuk dalam Desil 7 (tergolong masyarakat sejahtera).
Padahal dirinya beserta istri saat ini berprofesi sebagai pegadang sayur mayur di pasar Kota Jantho.
Dia mengaku pihaknya telah menelusuri terkait dengan status Desil tersebut ke kepala desa maupun ke pada instansi terkait, namun hingga saat ini belum membuahkan hasil.
“Ekonomi kami masih morat marit, kok kami masuk dalam katagori sejahtera, padahal kami sangat membutuhkan dukungan pendidikan bagi anak anak kami terutama yang sedang kuliah, ” kata Zulfikar kepada media ini baru baru ini di Kota Jantho.
Ia berharap, seharusnya status tersebut benar benar riil dengan kondisi masyarakat, supaya tidak mengakibatkan keresahan dan hilangnya kesempatan masyarakat untuk mendapat dukungan pemerintah terutama dalam hal biaya pendidikan.
Hal serupa bukan saja dikeluhkan oleh Zulfikar, sejumlah warga lain juga mengeluhkan status tersebut, sebab tiba tiba status tersebut digolongkan tanpa ada pedoman yang pasti dan diketahui oleh si penyandang status.
Sebelumnya, pejabat di Instansi Dinas Sosial Kabupaten Aceh Besar memaparkan bahwa sejak diberlakukannya sistem Desil tersebut cukup signifikan masyarakat yang tidak mendapat lagi bantuan karena di atas Desil 4 dianggap sudah sejahtera.
“Ada banyak masyarakat yang mempertanyakan terkait dengan penyebab tidak mendapat lagi bantuan, al hasil mereka ternyata sudah tergolong di Desil yang dianggap sejahtera, ” ujar pejabat di Instansi tersebut kepada media ini.
Dikutip penjelasan dari Google terpaparkan bahwa Desil adalah metode statistik yang membagi data populasi menjadi 10 kelompok sama besar (masing-masing 10%) berdasarkan tingkat kesejahteraan, diurutkan dari terendah hingga tertinggi. Dalam konteks bantuan sosial (Bansos) di Indonesia, Desil 1-4 menunjukkan kelompok miskin hingga rentan miskin yang diprioritaskan menerima bantuan, sedangkan Desil 5-10 adalah kelompok yang lebih mapan.
Pembagian Kelompok Desil (DTSEN):
Desil 1: Sangat miskin / Miskin ekstrem (10% terbawah).
Desil 2: Kelompok miskin.
Desil 3: Kelompok hampir miskin.
Desil 4: Kelompok rentan miskin.
Desil 5-10: Kelompok menengah hingga sangat kaya.
Pentingnya Desil:
Tepat Sasaran: Memastikan bantuan pemerintah (PKH, BPNT, KIP) diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Data Terpadu: Berbasis dari Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) atau DTKS.
Transparansi: Memberikan dasar yang jelas mengapa seseorang menerima atau tidak menerima bantuan.
Cara Cek Desil:
Masyarakat dapat mengecek status desil mereka melalui situs cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi SIKS-NG dengan memasukkan data wilayah dan KTP/NIK. (Tim)





