Jakarta – Setelah melaksanakan fit and proper test pada Rabu (11/3), akhirnya Komisi XI DPR RI memilih lima pembesar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan memimpin pada periode 2026-2031. Kelimanya merupakan setengah dari seluruh peserta yang diajukan oleh Presiden setelah memenuhi syarat administrasi.
Kelima nama tersebut antara lain:
1. Friderica Widyasari Dewi – Ketua Dewan Komisioner OJK
2. Hernawan Bekti Sasongko – Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK
3. Hasan Fawzi – Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK
4. Dicky Kartikoyono – Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK
5. Adi Budiarso – Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto.
Merangkum detikFinance, ada alasan khusus mengapa akhirnya Friderica Widyasari Dewi dipilih sebagai ketua OJK yang baru. Berdasarkan hasil ujian dan rekam jejak, dirinya disebut memiliki respon cepat saat menduduki posisi Pejabat Sementara (PJS) Ketua Dewan Komisioner OJK.
Ketua Komisi XI DPR Misbakhun mengatakan alasan menyetujui perempuan yang biasa disapa Kiki ini menjadi Ketua Dewan Komisioner OJK adalah respons aktif saat menjabat sebagai Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Komisi XI, Misbakhun usai menjalani proses uji kelayakan calon Ketua Dewan Komisioner OJK. Dirinya juga mengatakan jika sejumlah pertimbangan digunakan untuk memilih para pemimpin OJK lima tahun mendatang, di antaranya adalah kompetensi dan pengalaman.
“Kita menetapkan kembali Ibu Kiki (Friderica) karena dalam periode yang pendek beliau bisa memberikan respon yang positif terhadap beberapa persoalan fundamental di OJK,” ungkap Misbakhun Rabu (11/3/2026).
Seperti ditulis detikcom sebelumnya, pemilihan sejumlah pejabat OJK ini dilakukan dalam rangka merespons kondisi geoekonomi yang terpengaruh oleh perang antara Iran dengan AS dan Israel. Eskalasi situasi ini bahkan memaksa para pengusaha dalam negeri mengumumkan status force majeure.
Di sisi lain, dampak perang juga membuat ekonomi RI berdarah dalam dua pekan terakhir. Berdasarkan pengamatan detikcom, IHSG dua kali terjun bebas di level 7000-an, harga emas anjlok, hingga jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar di level yang belum pernah dicapai sejak krisis 1998.
Lalu, sejauh mana munculnya pejabat-pejabat baru OJK ini mampu menenangkan dan menjanjikan kepastian terhadap investor? Apa saja pekerjaan rumah yang akan dihadapi oleh OJK di kepemimpinan yang baru? Simak diskusinya dalam detikSore.
Beralih ke Pulau Dewata, tradisi pawai ogoh-ogoh yang digelar menjelang Hari Raya Nyepi selalu menjadi daya tarik masyarakat di Denpasar, Bali. Salah satu karya yang mencuri perhatian tahun ini adalah ogoh-ogoh berjudul “Banyu Pinaruh” garapan ST Cantika. Dengan detail artistik dan filosofi yang kuat, ogoh-ogoh ini berhasil meraih penghargaan Juara Favorit kategori Ogoh-ogoh Besar di Kasanga Festival 2026.
Dalam segmen Sunsetalk nanti, perancang ogoh-ogoh Banyu Pinaruh, I Nyoman Mariadi atau akrab disapa Mang De, akan berbagi cerita mengenai proses kreatif hingga makna di balik karya spektakuler tersebut.
Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia. (Detik).





