Thailand Catat 28,27 Juta Turis, Didominasi Malaysia, Cina dan India

Ribuan turis mengunjungi Teluk Maya di Thailand. Shutterstock, Foto: Tempo.com

Luar Negeri – Jumlah  kunjungan wisatawan internasional ke Thailand mencapai 28,27 juta, menurut data terbaru Kementerian Pariwisata dan Olahraga pada 18 November 2025. Di antara turis-turis mancanegara itu, terbanyak berasal dari Malaysia, Tiongkok, dan India. Diperkirakan jumlah kunjungan semakin meningkat jelang pergantian tahun.

Dilansir dari Nation Thailand, Natreeya Taweewong Sekretaris Tetap Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand, mengatakan penilaian awal ini menunjukkan kedatangan wisatawan internasional di Thailand kini telah melampaui 28 juta. Dengan pengeluaran wisatawan internasional melebihi 1.308 triliun baht atau sekitar Rp 674 triliun.

Meskipun jumlah kunjungan secara tahunan turun sebanyak 1,78 persen. Ada lima pasar luar negeri penyumbang wisatawan internasional terbanyak selama periode 1 Januari hingga 16 November 2025. Mulai dari Malaysia dengan 4,05 juta wisatawan, disusul Cina sebanyak 3,94 juta wisatawan, dan India 2,11 juta. Termasuk Rusia sebanyak 1,52 juta kunjungan dan Korea Selatan dengan 1,33 juta kunjungan.

Sementara untuk tren mingguan periode 10–16 November 2025, sebanyak 689.431 wisatawan internasional memasuki Thailand. Angka tersebut turun 1,28 persen dari minggu sebelumnya, dengan rata-rata 98.490 kedatangan per hari.

Pertumbuhan tertinggi datang dari pasar penerbangan jarak pendek, terutama Korea Selatan, yang melonjak 15,98 persen. Liburan musim dingin dan dimulainya musim ramai mendorong permintaan perjalanan. Hal ini membuat Korea Selatan menjadi lima besar negara asal wisatawan terbanyak, setelah Malaysia, Cina, India dan Rusia.

Kedatangan wisatawan diperkirakan akan terus meningkat, karena sejumlah faktor. Seperti hari libur nasional berturut-turut di Jepang, perjalanan musim puncak dari pasar jarak pendek dan jarak jauh, kebijakan pemerintah terkait kemudahan perjalanan, penghapusan kartu kedatangan TM6, dan penambahan kapasitas maskapai dan lebih banyak penerbangan terjadwal.

Simbol Trusted Thailand

 Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) meluncurkan simbol Truted Thailand baru-baru ini. Bekerja sama dengan sektor publik dan swasta, simbol ini sertifikasi untuk menegaskan standar keselamatan bagi perilaku industri pariwisata. Tujuannya untuk meningkatkan rasa awan wisatawan internasional, serta mendukung target pendapatan pariwisata 2026.

Selain itu, sertifikasi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat kembali citra Thailand sebagai destinasi wisata yang aman dan terpercaya. Dengan memfokuskan pada peningkatan standar di beberapa sektor perhotelan.

Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Atthakorn Sirilatthayakorn, mengatakan bahwa pariwisata Thailand menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Sebab itu  peningkatan berkelanjutan terhadap langkah-langkah keselamatan sangat penting untuk menjaga reputasi Thailand di mata wisatawan dunia.

Yang Xiaolong, Konselor Kebudayaan di Kedutaan Besar Cina untuk Thailand, menilai keselamatan adalah faktor utama dalam keputusan turis saat memilih tujuan perjalanan. Simbol Trusted Thailand, menurutnya, mencerminkan komitmen Thailand dalam menjunjung tanggung jawab bersama dan memperkuat kerja sama bilateral.

Pos terkait