Calang – Tim PKM Universitas Samudra melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Pusung Kapal untuk merancang paket wisata yang menarik dan berkelanjutan. Dengan tema kegiatan “Akselerasi pengembangan Kawasan geoturism melalui pendampingan pemetaan digital berbasis potensi wilayah di desa pusung kapal”.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim PKM Unsam yang dihadiri oleh oleh perangkat desa dan pokdarwis(kelompok sadar wisata) pusung kapal. Faiz urfan S.Pd., M.Pd selaku ketua tim pengabdian sekaligus pemateri.
Pada kesempatan tersebut pemateri memaparkan bahwa pengabdian tersebut di lakukan untuk membangun kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan dan budaya, sehingga Pusung Kapal dapat menjadi destinasi wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga berkelanjutan untuk generasi mendatang.
”Kegiatan pengabdian dapat mencakup promosi budaya lokal yang terkait dengan laut, seperti tradisi, seni, dan kuliner. Hal ini tidak hanya memperkaya pengalaman wisatawan, tetapi juga memperkuat identitas budaya masyarakat setempat, yang menjadi bagian dari paket wisata yang dirumuskan dalam diskusi, “katanya.
Lebih lanjut anggota tim PKM Universitas Samudra Dr. Rima Meilita Sari, M.Pd., menambahkan bahwa Desa Pusung Kapal memiliki kekayaan alam dan sosial yang dapat dipromosikan dan menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat di sektor wisata.
“Melalui kegiatan PKM, tentunya hasil penelitian dosen akan berdampak kepada masyarakat dan juga akan menambah income bagi masyarakat dalam sektor pengelolaan wisata, ” Paparnya.
Kepala Desa pusung kapal bapak Riyanto S.H, Beliau memberi sambutan positif atas kehadiran tim PKM.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena sejalan dengan harapan masyarakat untuk menjadikan Pusung Kapal sebagai destinasi wisata unggulan yang tetap menjaga kearifan lokal serta memberikan dampak ekonomi yang positif bagi warga, ” Ujar Riyanto
Dalam sesi diskusi, peserta dibagi menjadi tiga kelompok yang dipandu oleh beberapa mahasiswa. Kelompok pertama mengidentifikasi atraksi wisata Pusung Kapal seperti keindahan alam, dan budaya lokal, beserta tantangannya.
Kelompok kedua merancang aktivitas wisata yang edukatif dan konservatif, termasuk sarana dan estimasi biayanya. Dan kelompok ketiga menyusun produk niaga geowisata seperti kuliner dan cenderamata lokal, serta menganalisis rantai pasok, kebutuhan modal, dan pelatihan untuk masyarakat.
Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam merancang paket wisata yang menarik dan berkelanjutan, serta membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sumber daya alam dan budaya lokal secara bijak.





