Rakyat Titip Pesan Untuk Tiga Jendral Pemimpin Aceh Saat Ini

Foto: Ist

Banda Aceh – Gelagat menuju Aceh “terang” dan makmur tak perlu diragukan lagi. Momentum ini merupakan harapan rakyat Aceh jauh- jauh hari sebelumnya, agar Aceh dipimpin oleh putra putri Aceh sendiri.

Doa itu telah Allah kabulkan, hari ini tiga putra terbaik Aceh sekaligus pria penyandang gelar jendral dari institusinya sedang memegang sudut -sudut kekuasaan Aceh, yakni Muzakkir Manaf, Gubernur Aceh, sang Jendral Bintang empat dari Gerakan Aceh Merdeka yang merupakan putra asal Seuneuddon, Aceh Utara. memegang tampuk pimpinan di negeri syariah ini.

Selanjutnya Panglima Komando Daerah (Kodam) Iskandar Muda Mayjen TNI Niko Fahrizal, putra Aceh asal tanah teuku Umar, Meulaboh Aceh Barat, dan yang baru saja dilantik oleh Kapolri adalah Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah, yang merupakan jendral Bintang satu putra Aceh Asli kelahiran Tangse, Kabupaten Pidie.

Ketiga wilayah asal kelahiran petinggi Aceh saat ini merupakan daerah yang sebelumnya merupakan tanah kelahiran tokoh- tokoh hebat di Aceh bahkan ketiga wilayah tersebut juga merupakan titik bazis operasi militer di masa konflik Aceh berkecamuk.

Artinya, pemimpin Aceh saat ini merupakan putra Aceh yang memiliki semangat untuk memajukan Aceh dan mewujudkan kemakmuran Aceh,  sebagaimana Aceh sebelumnya yang tertuang dalam sejarah.

Apakah ini pertanda bahwa martabat Aceh sudah sampai waktunya untuk dipulihkan seperti sediakala?.

Namun, sikap terlena tentu saja tidak boleh ada dari penguasa dan rakyatnya, “bek lale ngon lumpo” dan budaya olok- olok serta budaya saling menyalahkan sudah harus dihentikan, supaya kesempatan yang ini dapat dimanfaatkan dalam mewujudkan Aceh Makmur dan Sejahtera.

Bak “gayung bersambut” Capaian Gubernur Aceh kian terlihat terutama dalam soal marwah dan martabat Aceh di mata nasional dan internasional. Di sisi lain kerja para Angkatan pelindung negara kian dapat dirasakan rakyat, sehingga tak mudah bagi musuh untuk mengobok- obok tanah Sultan Iskandar Muda ini.

Keamanan dan ketertiban umum yang berjalan juga menjadi sebuah rahmat bagi rakyat Aceh, semua itu tidak terlepas berkat dari kerja keras para penegak hukum di Kepolisian, sehingga kenyamanan yang luar biasa dapat dirasakan rakyat sepanjang waktu.

Dapat kita pastikan ini bukanlah kebetulan, tapi jawaban dari doa dan harapan Rakyat Aceh yang senantiasa mengharapkan kondisi ini dititipkan Allah kepada Aceh.

Meski demikian sejumlah Pekerjaan Rumah (PR) masih harus segera diselesaikan oleh Gubernur, Pangdam IM dan Kapolda Aceh, Mulai dari ketahanan pangan hingga ancaman Narkoba yang masih mendera Provinsi Aceh.

Kecuali itu, prilaku buruk oknum dalam upaya “mencuri” Harta negara serta mengelabui negara dengan berbagai cara (Korupsi profesional) masih menjadi atensi bagi ketiga jendral kebanggaan Rakyat Aceh ini.

Di lingkup lebih luas, Aceh memiliki potensi yang luar biasa dalam berbagai sumber daya Alam, tentu saja butuh dukungan tehnologi dan tenaga handal dalam mengolah dan menghasilkan penunjang ekonomi bagi Aceh dan rakyatnya ke depan.

Aceh tidak boleh lagi hanya sekadar kadang tempat bercocok tanam, tapi Aceh adalah Sentral sumber kekayaan alam dan Sentral kebutuhan pokok dunia di masa mendatang.

Rakyat memendam harapan besar untuk Aceh, agar Bumi Iskandar Muda ini kembali jaya seperti masa puncaknya dahulu. Rakyat ingin dipimpin lebih adil dan bijaksana, kini tampuk pimpinan telah diserahkan kepada Para Jendral, Rakyat ingin Aceh Jaya bak Masa Iskandar Muda.

Pos terkait