Luar Negri – Uni Emirat Arab setuju untuk membayar miliaran dolar AS untuk Negara Iran, Karena tak sanggup lagi menanggung jadi sasaran Rudal Nagara Lawan Amerika dan Israel itu.
” Itu merupakan perubahan taktis setelah serangan Iran selama beberapa minggu terhadap negara Teluk Arab yang kaya tersebut selama perang AS-Israel dengan Republik Islam, ” ujar sejumlah sumber pengamat perang Dunia, sebagaimana dirilis Sindo. com edisi 14 Juni 2026.
Kabar mengenai langkah ini, yang belum pernah dilaporkan sebelumnya, bertepatan dengan tahap akhir negosiasi yang lebih luas antara Teheran dan Washington untuk mengakhiri perang.
Menurut para diplomat dapat melibatkan pelepasan puluhan miliar dolar pendapatan minyak Iran yang dibekukan di bank-bank asing di bawah sanksi AS.
Dua sumber regional mengatakan kepada media Reuters bahwa UEA telah setuju untuk melepaskan total USD10 miliar, lebih dari USD3 miliar atau Rp53 triliun di antaranya telah diserahkan.
Dua sumber lain yang mengetahui kesepakatan tersebut menyebutkan total dana yang terlibat sebesar USD20 miliar, menambahkan bahwa langkah tersebut telah disepakati sebagai imbalan atas penghentian serangan Iran terhadap UEA.
Salah satu sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut juga mengatakan bahwa tahap pertama sebesar USD3 miliar telah tersedia.
Media Reuters tidak dapat memastikan apakah dana yang dialokasikan untuk transfer tersebut milik UEA atau berasal dari rekening Iran yang telah lama diblokir di sistem perbankan UEA, atau di tempat lain.
UEA Bantah Informasi Transfer ke Iran
Namun seorang pejabat UEA, yang diminta untuk mengomentari transfer tersebut, mengatakan bahwa negara tersebut sedang berupaya untuk meredakan ketegangan dan mendorong perdamaian.
“Kebijakan luar negeri UEA dipandu oleh upaya untuk meningkatkan de-eskalasi dan mengurangi ketegangan di seluruh kawasan, sambil memajukan perdamaian dan stabilitas yang langgeng,” kata pejabat itu.
“UEA mendukung upaya, termasuk yang dilakukan oleh Amerika Serikat, untuk melindungi rakyat di kawasan ini dari dampak konflik.” Kemudian, UEA dengan tegas membantah laporan bahwa mereka telah mentransfer dana ke Iran sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri serangan terhadap negara Teluk tersebut.
Laporan muncul pada hari Jumat bahwa UEA telah mentransfer setidaknya USD3 miliar ke Iran.
Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab menegaskan bahwa tuduhan ini sepenuhnya salah dan tidak berdasar, menekankan bahwa tidak ada dana Iran yang dibekukan yang telah dilepaskan, ditransfer, atau difasilitasi melalui UEA.
Kementerian juga meminta media untuk menjaga keakuratan,” mengandalkan sumber resmi, dan menahan diri dari menerbitkan atau menyebarkan “informasi yang tidak terverifikasi dan tuduhan yang tidak berdasar. (Sindonews.com)





