Lhokseumawe – Baitul Mal Aceh (BMA) menyelenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Kesadaran ZIWaH pada Perguruan Tinggi Tahun 2026 jelang akhir juli lalu. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya BMA dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran PNS di perguruan Tinggi baik Dosen maupun Tenaga Kependidikan akademika mengenai pentingnya Zakat, Infak, Wakaf, dan Harta Keagamaan Lainnya (ZIWaH), sekaligus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi di Aceh.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah, Prof. Dr. Daniel, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Kesadaran ZIWaH. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi dan kesadaran generasi muda terhadap pengelolaan zakat, infak, wakaf, dan harta agama.
Selanjutnya, Ketua Badan Baitul Mal Aceh, Tgk. H. Muhammad Yunus M. Yusuf, SH, memberikan arahan dan bimbingan sekaligus membuka secara resmi Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Kesadaran ZIWaH Tahun 2026.
Dalam arahannya, beliau menyampaikan pentingnya membangun kesadaran masyarakat, khususnya di lingkungan perguruan tinggi, untuk memahami kewajiban zakat serta mengoptimalkan pemanfaatan ZIWaH sebagai instrumen pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Baitul Mal Aceh dan UIN Sultanah Nahrasiyah. Penandatanganan MoU tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama dan sinergi, khususnya dalam bidang Sosialisasi dan Edukasi Kesadaran ZIWah serta pengembangan di lingkungan perguruan tinggi.
Pada kesempatan yang sama, Baitul Mal Aceh juga melaksanakan penyerahan bantuan secara simbolis kepada mahasiswa yatim yang terdampak bencana banjir dari UIN Sultanah Nahrasiyah, Universitas Malikussaleh (UNIMAL), dan Politeknik. Bantuan tersebut bersumber dari donasi Satgas Bencana Baitul Mal Aceh sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap mahasiswa yang terdampak musibah.
Selain itu, kegiatan turut dirangkaikan dengan pengukuhan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Pengukuhan ini diharapkan dapat memperkuat peran UPZ dalam meningkatkan penghimpunan dan pelayanan zakat, sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga yang resmi dan terpercaya.
Memasuki agenda utama, para peserta mengikuti pemaparan materi tentang “Optimalisasi Pemanfaatan ZIWaH”. Materi ini memberikan pemahaman mengenai strategi pengelolaan dan pemanfaatan ZIWaH secara optimal, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Selanjutnya, peserta mendapatkan pemaparan materi “Zakat Profesi dalam Perspektif Fiqih dan Regulasi”. Materi tersebut membahas ketentuan zakat profesi berdasarkan perspektif fiqih dan regulasi yang berlaku, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman serta kesadaran peserta dalam melaksanakan kewajiban zakat.
Melalui kegiatan ini, Baitul Mal Aceh berharap terbangun sinergi dan kolaborasi yang semakin kuat dengan perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi ZIWaH. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong PNS di perguruan Tinggi baik Dosen maupun Tenaga Kependidikan akademika untuk berperan aktif dalam membangun budaya sadar Zakat, Infak, Wakaf, dan Harta Keagamaan Lainnya demi terwujudnya kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat Aceh. (***)







