Ramai-Ramai Tolak Wacana Pengalihan Rute KMP Aceh Hebat 1

KMP Aceh Hebat 1 sedang berlayar di Rute Calang, Aceh Jaya - Simeulue. Foto: Ist

Simeulue – Ketua KAI DPC Simeulue, Andri Rustika, menyampaikan pernyataan tegas terhadap wacana pengalian operasional Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh hebat 1 ke luar rute Simeulue daratan Aceh.

Andri Rustika,S.HI., MED., CML., CPL (Ketua KAI DPC Simeulue). Foto: dok Pribadi

“Kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan masalah serius dan dampak yang sangat buruk bagi perekonomian masyarakat Simeulue,” tulis Andri Rustika dalam siaran persnya yang diterima media ini Rabu (19/11/2025).

Ketua KAI DPC Simeulue sekaligus  ketua bidang hukum Badan Pemenangan Mu’alem-Dek Fadh Wilayah Simeulue ini berpendapat bahwa Layanan feri merupakan “urat nadi” yang vital untuk konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Indonesia. Pengalihan operasional yang tidak mulus dapat menyebabkan gangguan layanan di rute-rute penting, seperti yang pernah dikhawatirkan terjadi di rute Nunukan-Sebatik, yang berpotensi memicu inflasi lokal dan masalah logistik.

Bahkan, Kebijakan yang tergesa-gesa tersebut dinilai sangat “blunder “ dan akan menjadi pukulan keras dan serius bagi masyarakat  Kabupaten Simeulue yang nobaennya adalah kepulauan.

“Kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan masalah serius dan dampak yang sangat buruk bagi perekonomian masyarakat Simeulue,” tegasnya lagi.

Dia berharap wacana tersebut dapat dipertimbangkan  dan dikaji Kembali , tidak harus diputuskan  dengan cara tergesa gesa demikian, bilamana Pemerintah Aceh masih menganggap Masyarakat Simeulue adalah Rakyatnya.

“wacana ini memerlukan kajian mendalam yang melibatkan multistakeholder, termasuk pemerintah pusat, daerah, akademisi, dan pelaku bisnis, untuk memastikan keputusan yang diambil dapat mendukung sistem transportasi yang modern, inklusif, dan terintegrasi, serta berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” demikian pesannya.

Ramai Tolak Pengalihan Rute KMP Aceh Hebat 1

Dua hari sebelumnya, penolakan serupa juga datang dari Pemuda Simeulue, sebagaimana yang dirilis oleh salah satu media online produksi lokal edisi 16 November 2025.

Isra Fuadi, meminta Pemerintah Aceh untuk mengkaji ulang rencana pengalihan KMP Aceh Hebat 1 untuk melayani rute internasional Krueng Geukueh–Penang. Ia menilai kebijakan tersebut dapat mengurangi akses transportasi dasar masyarakat Simeulue yang selama ini bergantung pada kapal tersebut.

“Pengalihan kapal tanpa armada pengganti ini berpotensi mengganggu distribusi logistik, mobilitas masyarakat, dan aktivitas ekonomi daerah,” demikian tegas Isra Fuadi.

Sebagai informasi, wacana pengalihan rute pelayaran KMP Aceh hebat 1 ini dipaparkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Aceh sebagaimana yang dirilis oleh salah satu media masa di Aceh baru baru ini.

“Gubernur meminta agar pelayaran ini segera disiapkan. Kita memiliki pelabuhan Krueng Geukueh yang sudah siap dan kapal Aceh Hebat 1 yang bisa dimanfaatkan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir dalam keterangannya di Banda Aceh, Jumat, setelah sebelumnya rapat pembahasan rencana operasional angkutan laut luar negeri di ruang rapat Sekda Aceh di Banda Aceh.,” tulis media tersebut.

Selanjutnya wacana tersebut juga turut dibahas dalam salah satu agenda Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh baru baru ini sebagaimana vidio yang beredar di Media sosial “Tiktok” dan mendapat kritikan dan penolakan keras dari anggota DPRA lainnya.

“Ini jantung hati masyarakat Simeulue. Kami berharap Mualem-Dek Fadh untuk tidak melukai hati masyarakat Simeulue. Karena dari Simeulue menyumbang suara kepada Mualem-Dek Fadh pada Pilkada lalu sebanyak 65 persen,” demikian ujar Anggota DPR Aceh dari Komisi I, Ir. Iskandar, sebagaimana dirilis oleh salah satu media di Aceh Senin kemarin.

Pos terkait