Hikmah Dibalik Musibah, Warga Panen Kayu dan Panen BBM jenis Solar

Seorang pria di kawasan terdampak banjir di wilayah Tapanuli selatan memanfaatkan kayu gelondongan bawaan air banjir untuk diolah jadi bahan bangunan tempat sementara. Foto: screenshot Vidio tiktok

Banda Aceh – Bencana banjir bandang yang menimpa tiga provinsi di pulau Sumatra pada akhir November 2025 ini tentu saja menyimpan duka yang mendalam, karena merengut korban jiwa yang mencapai ribuan orang dan hancurnya infrastruktur umum dan rumah warga yang mencapai ratusan ribu unit.

Namun, tidak selamanya harus ditangisi dalam bentuk suka nestapa, melainkan juga tersirat sejumlah kemudahan bagi masyarakat pasca banjir tersebut melanda.

Warga memungut BBM jenis solar di permukaan bekas air banjir di kawasan Aceh Timur. Foto: Screenshot Vidio Tiktok

Di Aceh Timur, salah satu kabupaten yang terdampak hantaman banjir bandang yang meluluh lantakkan sekitar 18 Kecamatan. Usai banjir reda dan air pun surut serta menyisakan kubangan- kubangan raksasa yang menga-nga di sejumlah titik, terutama di kawasan ketinggian dataran lebih rendah, ternyata melahirkan sumber ekonomi baru bagi masyarakat setempat, yaitu hamparan minyak solar mentah tumpah ruah di atas hamparan permukaan air.

Setelah menyadari adanya hamparan minyak solar di permukaan kubangan atau genangan air bekas banjir tersebut, warga pun mulai memungut minyak tersebut secara manual.

Warga korban bencana alam di Tapanuli Selatan bergotong royong membangun hunian sementara semi permanen dan memanfaatkan kayu hasil bawaan banjir. Foto: screenshot Vidio tiktok

Warga hanya menggunakan wadah gelas air mineral bekas untuk mengambil minyak di permukaan air dan seketika dapat mensortir antara minyak dan air sehingga tidak butuh alat moderen untuk memperoleh minyak bersih.

Dikutip dari salah satu vidio tiktok, tampak seorang pria mengumpul minyak yang disebut jenis solar dengan menggunakan gelas bekas air mineral dan menampung minyak ke dalam botol bekas air mineral lainnya.

Memungut minyak jenis solar menggunakan alat sederhana. Foto: Screenshot Vidio Tiktok

Pria tersebut tampak sangat mudah mengumpulkan bahan minyak bakar jenis solar itu, sebab belum mencapai belasan menit jumlah minyak yang berhasil dikumpul sudah mencapai ratusan mililiter.

Di tempat lainnya, tepatnya di Provinsi Sumatera Utara yaitu Tapanuli Selatan, para korban bencana banjir memanfaatkan kayu gelondongan hasil bawaan banjir diolah untuk dijadikan bahan bangunan untuk membangun barak penampungan sementara.

Tampak seorang pria paruh baya di dampingi temannya sedang membelah gelondongan kayu ukuran besar untuk dijadikan kayu olahan berbagai ukuran sesuai yang dibutuhkan untuk membangun barak tempat tinggal sementata buat korban yang telah kehilangan rumah atau hancur akibat terjangan banjir bandang tersebut.

Inilah beberapa kisah kreatif para korban banjir bandang Sumatra tahun 2025, meski dalam kondisi serba kekurangan namun tidak menyurutkan semangat mereka untuk bangkit kembali menjalankan hidupnya.

Kisah tersebut hanya secuil dari kisah kisah kreatif para korban banjir bandang Sumatra yang berhasil dirangkum media ini, dapat dipastikan masih ada sejuta kisah kreatif lainnya yang telah dan sedang dibuat oleh mereka para korban, meski di tengah serba keterbatasan.

Dukungan dari semua pihak yang kini terus mengalir kepada mereka diharapkan dapat menjadi pendorong semangat hidup bagi para korban, dan musibah besar seperti ini, khususnya di Provinsi Aceh, bukanlah kali pertama, tapi telah diajarkan terlebih dahulu oleh super mega musibah dasyat Gempa dan Gelombang Tsunami yang meluluhkan Ibu Kota Provinsi Aceh, Banda Aceh, Aceh Jaya, Aceh Barat, Pidie sebagian kecil, Aceh Utara sebagaian kecil, Namun tidak kurang dari 250 ribu lebih menelan korban jiwa pada 21 tahun silam.

Selanjutnya, Gempa menghantam Pidie Jaya, kembali menelan korban jiwa yang cukup signifikan, walau hanya satu Kabupaten yang tetdampak, tapi jumlah korban jiwa pun cukup lumayan banyak.

Namun, lagi-lagi semangat juang para korban tetap harus selalu tumbuh untuk melanjutkan mrngisi umur yang masih Allah titipkan, tentu saja untuk bermualamah kepada sang Pencipta dan mengisi perjalanan hidup dengan nilai nilai positif.

Pos terkait