Pasar Hewan Sibreh Penjaga Inflasi Daerah

Suasana pasar hewan Sibreh, Kecamatan Sukamakmur Aceh Besar di pekan ke-3 bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Rabu (11/3/2026). Foto: MC Abes

Kota Jantho – Hiruk pikuk antara pedagang dan pembeli ternak di pasar hewan Sibreh, Kecamatan Sukamakmur Aceh Besar terlihat cukup ramai walaupun di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Rabu (11/3/2026).

Pasar hewan terbesar di Aceh ini disebut sebagai salah satu pasar yang memiliki daya putaran uang yang besar dan cepat setiap pekan, sehingga menjadi salah satu sarana penjaga inflasi daerah.

Menurut sejumlah pedagang, pada hari itu, harga ternak masih normal, dari harga sebelumnya. Nurdin menyebutkan, harga penawaran sapi lokal dan sapi peranakan berkisar antara Rp 9 juta hingga Rp 45 juta per ekor, tergantung berat ternak tersebut.
Seorang pedagang hewan lainnya Isan mengatakan, ternak yang didatangkan jumlahnya lebih banyak, dibandingkan dengan hari biasanya. Selain berasal dari Aceh Besar itu sendiri, juga ada ternak yang didatangkan dari sejumlah daerah di Aceh.

“Untuk harga, paling tinggi ada Rp 50 juta per ekor, itu dengan ukuran paling besar,” sebutnya.

Sapi dengan harga tertinggi ini merupakan jenis peranakan, bukan sapi lokal. Sedangkan untuk harga sapi Aceh, berkisar Rp 9 juta hingga Rp 30 juta.

“Permintaan hewan menjelang Ramadhan, memang meningkat dari biasanya, dan harga akan meningkatkan nanti menjelang megang Idul Fitri, ” ujarnya.

Apalagi pekan depan merupakan pasar hewan terakhir sebelum IdulnFitri, Pedagang sejumlah kabupaten di Aceh pasti akan lebih banyak meramaikan pasar hewan ini,” katanya.

Dia mengatakan, kenaikan harga sapi terjadi karena harga beli dari peternak meningkat. Selain untuk kebutuhan hewan meugang, meningkatnya permintaan sapi juga untuk tradisi meugang yang berlangsung sebelum Hari Raya.

Sementara itu, harga kambing di Pasar Hewan Sibreh, berkisar antara Rp 800 ribu hingga Rp 3 juta per ekor. Harga ini mengalami penurunan antara Rp 200 hingga Rp 300 ribu per ekor.(**)

Pos terkait