Kadisdik Aceh Tegas: yang Kecewa atas Video Saya adalah Pelaku

Murthalamuddin (Kadisdik Acrh). Foto: Ist

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, Sabtu (23/5/2026), kembali menegaskan bahwa pihak yang kecewa atas video dirinya merupakan “pelaku”, di tengah polemik dan kecaman sejumlah organisasi wartawan terhadap pernyataannya.

Ketegasan itu disampaikan Murthalamuddin saat dikonfirmasi terkait respons berbagai pihak atas video arahannya yang viral di media sosial.

Dengan jawaban singkat namun bernada tegas, Murthalamuddin menepis polemik yang berkembang.

“Yg kecewa para pelaku,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.

Pernyataan singkat itu memperlihatkan Murthalamuddin tetap pada pendiriannya. Ia tampak meyakini bahwa pihak yang kecewa atau marah terhadap video tersebut merupakan pihak yang merasa tersindir oleh pesan yang ia sampaikan.

Polemik ini bermula dari video arahan Murthalamuddin kepada jajaran sekolah yang kemudian beredar luas di media sosial. Dalam video itu, ia meminta pihak sekolah tidak melayani wartawan yang belum memiliki Uji Kompetensi Wartawan (UKW) serta wartawan dari media yang belum terverifikasi oleh Dewan Pers.

Tak hanya itu, ia juga menyinggung keberadaan aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang aktif memantau proyek-proyek pendidikan di lingkungan sekolah. Pernyataan tersebut memicu kritik karena dinilai berpotensi membatasi fungsi kontrol sosial terhadap penggunaan anggaran pendidikan.

Saat wartawan mencoba memastikan kembali maksud dari pernyataannya, Murthalamuddin menjawab singkat dengan nada tinggi melalui pesan WhatsApp.

“Pue hana muphom bhsa droeneuh?” atau “Apa tak paham bahasa kamu?”, tulis mantan Kepala Biro Humas pada era Gubernur Aceh Zaini Abdullah itu dengan nada marah.

Pernyataan Kadisdik Aceh tersebut terus menuai respons. Bahkan, sebagian Relawan Muzakir Manaf Dekfad meminta Gubernur Aceh, Muzakir Manaf mengevaluasi keberadaan Murthalamuddin di jajaran pejabat dinas tersebut. (Dln/Mtr)

Pos terkait