Jakarta – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf memamerkan pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto berhasil menekan biaya haji 2026 hingga Rp 7 juta sejak awal periode.
Irfan menyampaikan, Kementerian Haji berupaya mewujudkan harapan Prabowo, yakni ongkos haji bisa ditekan serendah-rendahnya.
“Tahun 2025, haji bisa kita tekan. Kalau tahun 2024 itu biaya haji Rp 94 juta, maka pada tahun 2025 kita tekan menjadi Rp 89 juta. Artinya ada turun Rp 5 juta,” ujar Irfan dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
“Kemudian tahun ini dengan kerja sama dengan Komisi VIII DPR, tentu kita hitung-hitung lagi otak-atik lagi, alhamdulillah kita bisa tekan lagi menjadi di bawah turun Rp 2 juta menjadi Rp 87 koma sekian juta,” sambungnya.
Irfan mengatakan, biaya yang harus dibayarkan jemaah haji sebesar Rp 54 juta, sedangkan sisa Rp 33 juta dibayarkan nilai manfaat yang dikelola BPKH.
Irfan membeberkan bahwa anggaran dari haji ada sekitar Rp 18 triliun.
Menurutnya, 55 persen dari anggaran itu dibayarkan dengan mata uang riyal, 30 persen memakai dollar, sedangkan sisanya dibayar dengan rupiah.
“Jadi selama 2 tahun ini, pemerintah sudah menurunkan biaya haji sebesar Rp 7 juta. Selama 2 tahun. Ini belum kalau kita bicara biaya yang harus kita tanggung terkait dengan depresiasi nilai rupiah terhadap dollar maupun riyal,” jelas Irfan.
“Artinya kita juga harus berpikir tentang bagaimana depresiasi rupiah itu tetap jangan sampai mengganggu proses perjalanan jemaah haji kita,” imbuhnya. (Kompas.com/ Redaksi)





